Lirik Dan Chord Iwan Ernawan Batan Nganggur _best_ -

Introduction

Iwan Ernawan is a well-known Indonesian musician, and his song "Batan Nganggur" has gained significant popularity among music enthusiasts. The song's catchy melody and meaningful lyrics have resonated with listeners, making it a favorite among many. In this guide, we will provide the lyrics (lirik) and chords (chord) to help you play and sing along with "Batan Nganggur".

Lirik (Lyrics)

Here are the lyrics to "Batan Nganggur" by Iwan Ernawan:

[Intro] Batan nganggur, batan nganggur Rasa sayang, rasa sedih Kangen ewek, kangen ewek Batan nganggur, batan nganggur

[Verse 1] Aku masih inget, waktu kita bersama Berjalan-jalan, di bawah bintang Kita berbicara, tentang mimpi kita Tapi sekarang, aku sendiri

[Chorus] Batan nganggur, batan nganggur Rasa sayang, rasa sedih Kangen ewek, kangen ewek Batan nganggur, batan nganggur

[Verse 2] Aku mencoba, untuk melupakan Tapi kenangan, masih terasa Aku ingin kembali, ke masa lalu Tapi waktu, tidak bisa kembali

[Chorus] Batan nganggur, batan nganggur Rasa sayang, rasa sedih Kangen ewek, kangen ewek Batan nganggur, batan nganggur

Chord (Chords)

Here are the chords to play along with "Batan Nganggur":

Verse: C - G - Am - F C - G - F - C

Chorus: G - Am - F - C G - F - C

Bridge: Am - F - G - C Am - F - G - C

Chord Progression Explanation

The chord progression used in "Batan Nganggur" is a variation of the popular I-V-vi-IV progression. Here's a breakdown:

  • Verse: C-G-Am-F (a common progression used in many Indonesian songs)
  • Chorus: G-Am-F-C (a slightly modified progression to create a sense of tension and resolution)

Tips for Playing

  • Use a moderate tempo, around 100-110 BPM.
  • Emphasize the downbeats (C and G chords) to create a sense of rhythm.
  • Use a mixture of quarter notes and eighth notes to create a sense of movement.
  • Experiment with adding suspended chords (e.g., Csus2, Fsus4) to add color and interest.

Conclusion

In this guide, we provided the lyrics and chords to "Batan Nganggur" by Iwan Ernawan. With practice, you should be able to play and sing along with this beautiful song. Don't hesitate to experiment with different chord voicings and rhythms to make the song your own. Happy playing!

Berikut adalah lirik dan chord gitar untuk lagu "Batan Nganggur" yang dipopulerkan oleh Iwan Ernawan. Lagu ini beraliran musik Campursari dan sangat populer di Jawa.

Juduk : Batan Nganggur Penyanyi : Iwan Ernawan

(Intro) G D Em C G D C D

(Verse 1) G D Nadyan awakmu ayu rupane Em D C Lamun kelakuanmu ora bisa dipercoyo G D Aku ora bakal gelem nayangi C D G Lamun awakmu mung biso gorohi

(Verse 2) G D Nadyan awakmu sugih bandhane Em D C Lamun atimu galak lan gampang nesu G D Aku ora bakal gelem dadi bojomu C D G Larangane pamilu karo nyawamu

(Reff) G D Lelah arang biso klalenan Em C Dadi wong urip aja grogiunan G D Sing penting atimu resik C D G Lakonono urip kanggo bekti marang wong tuwo

G D Aja nganti seneng gorohi Em C Margo goroh iku bakal dadi lakunemu G D Besuk yen wis ana ing akherat C D G Batan nganggur… nyalahake awake dhewe

(Interlude) G D Em C G D C D

(Ulangi Verse 2) (Ulangi Reff)

(Outro) C D G Batan nganggur… nyalahake awake dhewe


Keterangan Istilah Jawa:

  • Batan Nganggur: Tidak sia-sia / tidak sendirian (dalam konteks lagu ini bermakna 'akhirnya menyesali diri sendiri tanpa ada yang disalahkan selain diri sendiri').
  • Nadyan: Meskipun.
  • Ayu: Cantik.
  • Sugih bandhane: Kaya raya / banyak hartanya.
  • Grogiunan: Penakut / mudah menyerah.

Berikut adalah cerita pendek (fanfiction) yang terinspirasi dari lagu "Batan Nganggur" karya Iwan Ernawan. Lagu ini terkenal dengan lirik yang humoris namun menggambarkan realitas pahitnya masa menganggur.


Sekilas Tentang Lagu "Batan Nganggur"

Secara harfiah, "Batan Nganggur" dalam bahasa Sunda berarti "Daripada Menganggur". Lagu ini menjadi semacam anthem bagi mereka yang sedang berusaha bangkit dari kemalasan atau kesulitan ekonomi. Iwan Ernawan berhasil membungkus pesan bahwa bekerja keras, apa pun profesinya, lebih mulia daripada hanya diam tidak melakukan apa pun.

Kombinasi antara petikan gitar akustik yang sederhana dan vokal Iwan yang penuh penghayatan membuat lagu ini mudah dihafal dan sering diputar di berbagai acara keluarga, karaoke, hingga tongkrongan.


Tips Menyanyikan Lagu Ini dengan Benar

  1. Vokal Khas Sunda: Gunakan nada yang sedikit meletek (memanjat di akhir frasa).
  2. Ekspresi: Saat menyebut "Batan nganggur", cobalah tersenyum miris. Itulah esensinya.
  3. Interaksi: Pada bagian "He-eh" di outro, lontarkan dengan nada konfirmasi seperti sedang dialog dengan teman.

Tips Bermain Chord untuk Pemula

Jika Anda masih kesulitan dengan chord barre seperti F#m atau Bm (jika menggunakan nada dasar C), maka menggunakan kunci G di atas adalah pilihan paling tepat. Berikut beberapa tipsnya:

  1. Transisi Chord: Latih perpindahan dari G ke D, lalu ke C. Tiga kunci ini adalah fondasi lagu ini. Pastikan jari Anda rapat dan senar tidak berdengung.
  2. Strumming Pattern (Petikan): Lagu ini menggunakan pola petikan (v v ^ v ^) atau down-down-up-down-up yang santai. Untuk bagian reff, Anda bisa memperkuat strumming agar lebih bersemangat sesuai dengan lirik "Mangga gawe!!"
  3. Capo (Opsional): Jika ingin menyesuaikan dengan nada suara Iwan Ernawan yang agak tinggi, pasang capo di fret 2, lalu gunakan kunci dasar F, C, dan G.

Judul Cerita: Catatan Harian Si "Pahlawan" Sofa

Matahari sudah bersinar terik, menembus celah-celah dinding bilik kos sewaan di pinggiran kota. Jarum jam dinding menunjuk pukul sepuluh pagi, namun bagi Jajang, hari masih terasa seperti tengah malam yang panjang.

Tubuhnya terbaring lemas di atas sofa tua yang empuk. Posisinya tidak berubah sejak semalam, seolah-olah ia sedang melakukan meditasi mendalam untuk sebuah misi besar. Padahal, kenyataannya, ia sedang berusaha mengerjakan "ritual" harian: berdiam diri.

Di sebuah tangan, ada gitar akustik tua yang senarnya sudah mulai kusam. Jari-jarinya memetik nada-nada sendu, mencoba mencari inspirasi. Di kepalanya, alunan melodi "Batan Nganggur" Iwan Ernawan terus bergema, cocok sekali dengan soundtrack hidupnya saat ini.

"Heueun pisan weureuhna... teu niat cicing henteu niat indit..."

Jajang menghela napas panjang. Lirik itu menusuk tepat di jantung. Bener banget, pikirnya. Aku ini orangnya nggak jelas. Tidak niat diam, tapi juga nggak niat pergi. Ia ingin mencari kerja, tapi malasnya menumpuk seperti gunung. Ia ingin diam saja di kos, tapi hatinya gelisah memikirkan nasib.

"Teu aya gawe, teu aya duit... ari keuneun mah ngenang akhirat..."

Tepat ketika ia sedang asik menyanyikan chorus lagu tersebut dengan suara sumbang—sambil membayangkan dirinya menjadi penyanyi kondang yang sedang konser di depan ribuan pengangguran lainya—pintu kamar tiba-tiba dibanting keras.

Brak!

Muncullah wajah sang kenalan sekaligus pemilik kos, Bang Salman. Wajahnya merah padam, menahan amarah yang sudah mendidih sejak pagi.

"Jajang!" bentak Bang Salman, membuat Jajang hampar terjatuh dari sofa.

"Iya, Bang... ada apa?" tanya Jajang polos, sambil menurunkan gitarnya perlahan.

"Lho, tanya balik? Kamu ini pegawai negeri apa karyawan swasta, sih?" Bang Salman menatapnya tajam, menirukan lirik lagu yang barusan terdengar samar dari dalam kamar.

Jajang menggelagap. "Ini... ini lagi latihan band, Bang. Lagu Iwan Ernawan. Hits lho, Bang."

Bang Salman mendengus, tangan di pinggang. "Jangan manyun! Lagi pula, kamu nyanyinya pas bagian 'Sok sibuk pisan, dagang ngaco'. Emang kamu dagang apa? Dagang maling?!"

Jajang tertawa ceking, mencoba mencairkan suasana. "Ah, Bang Salman ini. Aku lagi dalam fase universe recharging, Bang."

"Recharging apa? Rekening kamu kosong, listrik kamu nunggak dua bulan, dan air mandi kamu aja pake meteran tetangga!" sergah Bang Salman tanpa ampun.

Lirik lagu kembali terngiang di kepala Jajang. "Duit balanja teu aya, ragrag na keneh hutang..."

"Ya, Bang... sabar," kilah Jajang sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. "Itu namanya investasi kebahagiaan. Duit memang nggak ada, tapi jiwa dan raga ini tenang. Barokah, Bang."

Bang Salman menatap Jajang dengan ekspresi tidak percaya. Ia melihat ke sekeliling kamar yang berantakan, baju kusut di lantai, dan piring kotor di meja. "Tenang? Kamu bilang tenang? Lihatlah ini! Pacul na teu aya, bedeg na teu jual. Kamu tidak punya cangkul, tidak jualanything. Yang ada cuma dongeng na gede!"

Jajang terdiam sejenak. Ia menatap gitarnya, lalu menatap Bang Salman. Mungkin emang benar kata lagu itu. Ia sok sibuk, padahal kenyataannya hidupnya amburadul. Ia sok punya teori, padahal perut sering keroncongan.

"Bang," kata Jajang tiba-tiba dengan nada serius.

"Apa lagi? Mau minta uang muka?"

"Bukan. Aku cuma mau bilang... lagu ini emang jujur banget, Bang. Batan nganggur itu memang berat. Tapi selama masih ada kosa seperti ini, hidup terasa ringan."

Bang Salman menggeleng-geleng kepala, putus asa. Ia melempar selembar kertas tagihan ke meja. "Ya sudah, wahai 'Pahlawan Sofa'. Kalau kamu sudah selesai barokah dan recharging, tolong pelajari tagihan ini. Jangan cuma bisa nyanyi!"

Bang Salman keluar membanting pintu lagi, meninggalkan Jajang yang kembali terdiam di sofa. Lirik Dan Chord Iwan Ernawan Batan Nganggur

Hening sejenak. Jajang menatap tagihan itu, lalu memandang gitarnya. Dengan pelan, ia kembali memetik senar gitarnya, menyanyikan bagian akhir lagu dengan penuh penghayatan yang berlebihan.

"Heueum... batan nganggur... batan nganggur..."

"Tapi Bang," batin Jajang dalam hati sambil tersenyum miring, "Minimal aku kaya Iwan Ernawan. Punya lagu abadi. Kalau Bang Salman? Cuma punya tagihan listrik doang."

Dan dengan semangat kepos-pasan yang tak terkalahkan, Jajang kembali merebahkan tubuhnya di sofa, melanjutkan "pekerjaan sucinya" sebagai penikmat hidup tanpa gaji.

-- Tamat --


Lirik dan Kunci Gitar (Chord) Dasar: Iwan Ernawan - Batan Nganggur

Berikut adalah chord dasar yang bisa Anda gunakan untuk memainkan lagu ini:

Intro: G - D - Em - C G - D - C - G

Verse 1: G D Heueum pisan weureuhna Em Bm Teu niat cicing henteu niat indit C G Teu aya gawe teu aya duit Am D Ari keuneun mah ngenang akhirat

Verse 2: G D Jalma gumanti carita Em Bm Teu niat dumuk henteu niat pindah C G Duit balanja teu aya nanaon Am D Ragrag na keneh aya nu hutang

Chorus: G D Pegawe negeri lain pagawe swasta Em Bm Teu aya naon beda na sarta C G Tuang tapi teu niat bayar Am D Teu aya naon beda na sarta

G D Dagang na ngaco sok sibuk pisan Em Bm Ari naon naon teu aya nu meunang C G Pacul na teu aya bedeg na teu jual Am D Ari dongeng na loba pisan

Outro: G - D - Em - C G - D - C - G Heueum... batan nganggur...

(Note: Chord ini adalah versi dasar/cover yang umum dinyanyikan. Penyanyi aslinya mungkin menggunakan nada atau kunci yang sedikit berbeda).

Berikut adalah lirik dan chord lagu "Batan Nganggur" yang dinyanyikan oleh Iwan Ernawan:

Lirik:

Verse 1: Batan nganggur, batan nganggur Lakon ka sokola, teu bade ka dieu Batan nganggur, batan nganggur Lakon ka dieu, teu bade ka sokola

Chorus: Batan nganggur, hoyong ka dieu Ngalih ka sokola, teu bade ka dieu Batan nganggur, batan nganggur Lakon ka sokola, teu bade ka dieu

Verse 2: Kacida sayang, ka dieu sorangan Teu bade ka sokola, batan nganggur Kacida sayang, ka sokola sorangan Teu bade ka dieu, batan nganggur

Chorus: Batan nganggur, hoyong ka dieu Ngalih ka sokola, teu bade ka dieu Batan nganggur, batan nganggur Lakon ka sokola, teu bade ka dieu

Chord:

Intro: G - Em - C - D Verse: G - Em - C - D Chorus: C - D - G - Em Bridge: Am - F - G - C

Catatan:

  • Chord di atas adalah chord dasar dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan suara dan gaya bermain Anda.
  • Lirik di atas mungkin memiliki variasi tergantung pada sumber dan versi lagu yang digunakan.

Semoga informasi ini membantu! Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk bertanya.

Lagu "Batan Nganggur" dari Irwan Ernawan menawarkan lirik jenaka berbahasa Sunda yang memotivasi untuk tetap berkarya, lengkap dengan chord gitar yang mudah dipelajari, seperti yang ditemukan di Banyolan Sunda dan YouTube. Anda bisa menemukan lirik lengkapnya di platform berikut: Banyolan Sunda

Lirik Lagu "Batan Nganggur" - Irwan Ernawan - Banyolan Sunda

"Batan Nganggur" is a popular Sundanese pop song by Irwan Ernawan (often searched as Iwan Ernawan) that humorously addresses the struggles of unemployment and the hustle to find work. The song's lyrics resonate with listeners for their honest and witty take on trying various business ventures—from selling one's voice to trading goods—rather than staying idle. Lyrics (Lirik)

The lyrics highlight the narrator's determination to try anything rather than be unemployed, including "selling their voice" regardless of talent, as long as they are making an effort. Excerpt of "Batan Nganggur":

Batan nganggur mending cara baturNu nyoba usaha dagang soraGoreng jeung alus nomer duaAnu penting na mah urang nyoba Verse: C-G-Am-F (a common progression used in many

The song continues to describe the difficulty of finding office work and the various small businesses the narrator attempts to start, emphasizing the "use of talent" even if it's out of necessity. Chord Guide

For musicians, the song is typically played in a minor key. Two common ways to play it include the original key for a more authentic sound or a simplified version for beginners.

Standard Key (Am): This is the most common transposition used for guitar or piano accompaniment. Main Chords: Am, G, F, C, Em.

Original Key (Bbm): If you are playing along with the studio version, the chords are slightly higher. Main Chords: Bbm, Ab, Gb, Db. Musical Style

"Batan Nganggur" is categorized as Pop Sunda, characterized by its traditional Sundanese vocal ornaments and themes relevant to local life. It has also been adapted into other styles, such as Koplo Bajidor, which adds a more upbeat, rhythmic feel suitable for dancing.

You can find interactive chord diagrams and play-along versions on platforms like Chordify or ChordU. Batan Nganggur - Irwan Ernawan | Musik Sunda Terpopuler

5277 Likes, 95 Comments. TikTok video from Deni gustiana (@denidensgraf): “Nikmati cover lagu "Batan Nganggur" oleh Irwan Ernawan, TikTok·denidensgraf

Lirik Lagu "Batan Nganggur" - Irwan Ernawan - Banyolan Sunda

Iwan Ernawan's song "Batan Nganggur" is a popular folk song from Indonesia, specifically from the Sundanese region. The song's lyrics and chords have become a favorite among music enthusiasts, especially those who appreciate traditional Sundanese music.

For those who may not be familiar, "Batan Nganggur" roughly translates to "Idle Rice Fields" or "Abandoned Rice Fields." The song's title and lyrics likely refer to the struggles of rural life, where farmers work hard to cultivate their land, only to have their crops wither and die due to various factors like drought, pests, or disease.

The song's melody and chord progression are said to be simple yet hauntingly beautiful, making it easy to sing along to. Iwan Ernawan's soulful vocals add an emotional depth to the song, conveying the struggles and hardships faced by farmers in rural Indonesia.

The chord progression for "Batan Nganggur" typically involves a combination of traditional Sundanese instruments, such as the kecapi (a type of stringed instrument) and the suling (a traditional flute). The chords are often played in a slow and contemplative manner, which complements the song's melancholic lyrics.

For those interested in learning more about the song, I can try to provide the lyrics and chord progression. However, I need to clarify that there may be variations of the song and chord arrangements available online.

Lagu "Batan Nganggur" dari Iwan Ernawan merupakan lagu pop Bali yang populer, menggambarkan kehidupan santai dan persahabatan anak muda di Bali dengan lirik yang jujur dan jenaka. Anda bisa menemukan lirik lengkap serta panduan chord gitar untuk lagu tersebut di situs-situs berikut: Chord Gitar Batan Nganggur

Lagu ini bercerita tentang kebiasaan nongkrong, menghabiskan waktu bersama teman-teman, dan menikmati momen kebersamaan dengan iringan petikan gitar yang khas. Lagu ini juga menjadi salah satu lagu yang sering dibawakan oleh para pecinta musik daerah, liriknya yang ringan membuat siapa saja mudah untuk menghafal dan menikmatinya.

Berikut adalah lirik dan chord lagu "Batan Nganggur" yang dinyanyikan oleh Iwa K:

Lirik:

Verse 1: Batan nganggur, batan kerja Lah kenapa aku keur bade Mangga ka lembur, teu bade Nya eta sorangan, bade ka dieu

Chorus: Batan nganggur, teu bade ka dieu Lah nganggur bae, teu aya guna Batan nganggur, teu bade ka dieu Nya eta sorangan, bade ka dieu

Verse 2: Tiba-tiba muncul, di jalan aking Mangga ka dieu, teu bade Lah kenapa aku, keur bade Nya eta sorangan, bade ka dieu

Chorus: Batan nganggur, teu bade ka dieu Lah nganggur bae, teu aya guna Batan nganggur, teu bade ka dieu Nya eta sorangan, bade ka dieu

Chord:

Intro: G - Em - C - D Verse: G - Em - C - D Chorus: C - G - Am - D Bridge: Em - C - G - D

Catatan:

  • Chord di atas hanya sebagai referensi dan dapat disesuaikan dengan nada dan style musik Anda.
  • Lirik dan chord dapat berbeda-beda tergantung pada versi lagu yang Anda miliki.

Semoga membantu!

The Meaning Behind the Lyrics

Unlike songs that romanticize wealth or heartbreak, "Batan Nganggur" glorifies the dignity of labor—any labor. The lyrics speak from the perspective of someone who might not be rich or conventionally successful but refuses to be unemployed. The phrase "batan nganggur" itself serves as a mantra: doing something, no matter how small or difficult, is better than doing nothing at all.

The song resonates deeply with listeners because it acknowledges financial struggle without succumbing to despair. Lines often contrast the feeling of an empty wallet with the determination to hustle. It’s a satirical jab at laziness while simultaneously critiquing the lack of job opportunities. Iwan Ernawan delivers this message not with anger, but with a knowing smile and a groove that makes you want to nod your head in solidarity.

Sekilas Tentang Lagu "Batan Nganggur"

Secara harfiah, "Batan Nganggur" dalam bahasa Sunda berarti "daripada menganggur" atau "lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa". Lagu ini dirilis sebagai bagian dari album pop Sunda yang mengangkat tema realitas sosial dan patah hati.

Yang membuat lagu ini unik adalah cara Iwan Ernawan menyampaikan kegalauan. Daripada hanya meratapi nasib, sang pencipta lagu memberikan "solusi" absurd namun relatable: lebih baik sakit hati daripada bosan atau menganggur tanpa kepastian. Tips for Playing